Hotel Makkah & Madinah diurutkan menurut menit jalan kaki ke masjid
Sekitar 250 hotel dengan menit jalan kaki yang dihitung ke tepi terdekat masjid, plus perbandingan harga untuk tanggal Anda di situs pemesanan besar. Anda memesan dengan harga mereka, tanpa biaya dari kami.
- Menit jalan kaki terhitung
- Harga untuk tanggal Anda
- Tanpa biaya tambahan
Di mana menginap: panduan kawasan
Dari bandara ke hotel Anda
Panduan memilih hotel
Sebelum memesan
Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering diajukan jamaah saat memilih hotel.
Berapa menit jalan kaki dari hotel Abraj Al Bait (Menara Jam) ke Masjidil Haram?
Hotel Abraj Al Bait berada di pelataran selatan masjid. Jamaah biasanya tiba di masjid dalam dua sampai lima menit, lebih lama saat ramai.
Kawasan mana yang paling murah untuk menginap di Makkah?
Aziziyah dan Mahbas Al Jinn biasanya lebih murah daripada kawasan pusat, dengan bus rutin ke masjid.
Apakah harga di Umrah Walk lebih mahal daripada di situs pemesanan?
Tidak. Anda memesan dan membayar langsung di Booking.com, Agoda, atau Trip.com dengan harga mereka, tanpa biaya tambahan dari kami. Harga yang kami tampilkan adalah perkiraan untuk membantu Anda membandingkan; harga dapat berubah di penyedia, dan harga akhir adalah yang tampil saat Anda mengonfirmasi pemesanan.
Bagaimana menit jalan kaki dihitung?
Dari lokasi hotel di peta ke tepi terdekat bangunan masjid (dari OpenStreetMap), ditambah perkiraan panjang rute jalan. Ini perkiraan dan lebih lama saat waktu salat dan musim ramai.
Waktu dihitung dengan metode Umm al-Qura: Subuh pada 18,5° di bawah cakrawala, Isya 90 menit setelah Magrib (120 menit di bulan Ramadan). Bisa berbeda satu menit dari kalender resmi.
The next seven days
Ingin salat setiap waktu di Masjidil Haram?
Hotel dalam 5 menit jalan kaki.
Tata cara umrah langkah demi langkah (untuk pria dan wanita)
Panduan praktis berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan fatwa ulama yang diakui, dengan sumber untuk setiap hukum. Sebagian rincian berbeda antarmazhab, jadi tanyakan kepada ustaz atau ulama tepercaya bila perlu.
Rukun umrah
- Ihram (masuk ke keadaan suci dengan niat)
- Tawaf
- Sa'i
Sumber: fatwa Syaikh Ibnu Baz
Wajib umrah
- Berihram dari miqat
- Mencukur atau memendekkan rambut
Larangan ihram
- Mencabut atau mencukur rambut, memotong kuku, memakai wewangian
- Pakaian berjahit yang membentuk tubuh dan menutup kepala (pria)
- Berburu binatang darat, akad nikah, berhubungan suami istri dan pendahuluannya
Sumber: Syaikh Ibnu Baz, "Sembilan larangan bagi orang yang berihram"
Untuk wanita
- Berihram dengan pakaian sehari-hari yang menutup aurat, tanpa berhias. Tidak memakai cadar (niqab) dan sarung tangan, dan menutup wajah dari pria bukan mahram dengan cara lain.
- Wanita yang haid atau nifas tetap berihram dan mengerjakan semua amalan kecuali tawaf, sampai suci dan mandi.
- Tidak berlari-lari kecil di antara dua tanda hijau saat sa'i.
- Memotong rambut sepanjang ujung jari atau kurang.
Tempat-tempat miqat
| Miqat | Nama sekarang | Untuk jamaah dari |
|---|---|---|
| Dzulhulaifah | Bir Ali (Abyar Ali) | Madinah |
| Al-Juhfah | Rabigh | Mesir, Syam, Afrika Utara |
| Qarnul Manazil | As-Sail al-Kabir | Najd dan Thaif |
| Yalamlam | As-Sa'diyyah | Yaman (dan jamaah Asia Tenggara yang lewat jalur ini) |
| Dzatu 'Irq | Adh-Dharibah | Irak |
Hadis Ibnu Abbas tentang miqat: Shahih al-Bukhari (1524), Shahih Muslim (1181). Jamaah yang naik pesawat berihram ketika pesawat sejajar dengan miqat; banyak jamaah dari Indonesia yang langsung ke Makkah berihram di atas pesawat sebelum mendarat di Jeddah.
Daftar perlengkapan jamaah
Sebelum berangkat
Pesan izin umrah dan jadwal ziarah Raudhah melalui aplikasi resmi Nusuk.
Di mana menginap?
Hotel beberapa menit dari Masjidil Haram, agar umrah Anda lebih nyaman.
Sumber
Tata cara haji hari demi hari: panduan manasik haji
Nabi ﷺ bersabda: "Ambillah dariku manasik kalian" (Shahih Muslim 1297). Berikut ringkasan manasik haji sebagaimana dijelaskan dalam hadis Jabir radhiyallahu 'anhu tentang haji Nabi ﷺ dan fatwa ulama yang diakui.
Rukun haji
- Ihram
- Wukuf di Arafah
- Tawaf ifadah
- Sa'i
Sumber: Syaikh Ibnu Baz, "Rukun dan wajib haji"
Wajib haji
- Berihram dari miqat
- Berada di Arafah hingga matahari terbenam
- Mabit di Muzdalifah
- Mabit di Mina pada malam-malam tasyrik
- Melempar jamrah
- Mencukur atau memendekkan rambut
- Tawaf wada'
Siapa yang meninggalkan salah satu wajib haji harus membayar dam, kecuali ada uzur yang sah.
Jenis haji
- Tamattu': umrah pada bulan-bulan haji, lalu haji pada tahun yang sama. Wajib menyembelih hadyu.
- Qiran: umrah dan haji dengan satu ihram. Wajib hadyu.
- Ifrad: haji saja. Tidak wajib hadyu.
Hari Tarwiyah: ihram dan berangkat ke Mina
- Jamaah tamattu' berihram untuk haji pada waktu duha dari tempat tinggalnya di Makkah sambil mengucapkan "Labbaika Allahumma hajjan" (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk haji), dan menambahkan syarat jika khawatir terhalang.
- Berangkat ke Mina dan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh di sana, mengqashar salat empat rakaat tanpa menjamak.
Hari Arafah: rukun haji yang paling agung
- Setelah matahari terbit berangkat ke Arafah, lalu salat Zuhur dan Asar dengan jamak dan qashar pada waktu Zuhur.
- Memperbanyak zikir dan doa menghadap kiblat hingga matahari terbenam, dan memastikan berada di dalam batas Arafah.
- Setelah matahari terbenam berangkat ke Muzdalifah.
10Muzdalifah
Mabit di Muzdalifah
- Salat Magrib dan Isya dengan jamak, Isya diqashar, dengan satu azan dan dua iqamah, lalu bermalam di sana.
- Salat Subuh di awal waktu, lalu berzikir dan berdoa hingga langit sangat terang, dan berangkat ke Mina sebelum matahari terbit.
- Orang lemah, wanita, dan pendampingnya boleh berangkat pada akhir malam.
Hari Idul Adha: melempar jamrah, menyembelih, mencukur, dan tawaf
- Melempar Jamrah Aqabah dengan tujuh kerikil, bertakbir "Allahu akbar" pada setiap lemparan.
- Menyembelih hadyu bagi jamaah tamattu' atau qiran.
- Mencukur atau memendekkan rambut (wanita memotong sepanjang ujung jari). Dengan ini tercapai tahallul awal.
- Melakukan tawaf ifadah dan sa'i, setelah itu semua larangan ihram kembali halal.
- Jika sebagian amalan ini didahulukan dari yang lain, tidak mengapa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Lakukanlah, tidak mengapa" (al-Bukhari 83, Muslim 1306).
Mabit di Mina dan melempar tiga jamrah
- Setiap hari setelah tergelincir matahari, lempar Jamrah Ula (kecil), lalu Jamrah Wustha (tengah), lalu Jamrah Aqabah, masing-masing tujuh kerikil.
- Berhenti untuk berdoa setelah Jamrah Ula dan Wustha, tetapi tidak setelah Jamrah Aqabah.
- Yang ingin cepat (nafar awal) meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam tanggal 12: "Barang siapa ingin cepat berangkat setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya" (al-Baqarah 2:203, makna).
Hari ketiga bagi yang tinggal, lalu tawaf wada'
- Siapa yang masih berada di Mina saat matahari terbenam tanggal 12 (nafar tsani) bermalam lagi dan melempar ketiga jamrah setelah tergelincir matahari tanggal 13.
- Tawaf wada' adalah amalan terakhir sebelum meninggalkan Makkah. Gugur bagi wanita yang haid atau nifas (al-Bukhari 1755, Muslim 1328).
Bagaimana cara mendaftar haji?
Pendaftaran hanya melalui platform Nusuk atau lembaga resmi di negara Anda (di Indonesia melalui Kementerian Agama dan penyelenggara haji khusus yang berizin). Paket haji tidak dipesan di situs pemesanan biasa. Waspadai tawaran tidak resmi.
Platform resmi NusukUntuk jamaah wanita
- Wanita haid mengerjakan semua manasik kecuali tawaf, sampai suci.
- Boleh meninggalkan Muzdalifah pada akhir malam.
- Tawaf wada' gugur baginya jika sedang haid atau nifas.
Menginap sebelum dan sesudah haji
Banyak jamaah menghabiskan beberapa hari di Madinah atau Makkah sebelum atau sesudah manasik.